Hari Wali Kelas



 Hari Jumat yang cerah, tanggal 25 November merupakan hari guru. Kami siswa SMAN 11 Surabaya merayakan hari guru dengan meriah. Tidak mau kalah dengan sekolah sendiri, kami, kelas 12 IPA 5 menyiapkan kejutan untuk wali kelas kami, Pak Ghofur. 


Beberapa foto kami sebelum surpirse ke Pak Ghofur

Setelah beberapa foto cantik di lapangan, kami berniat untuk membikin prank ke Pak Ghofur. Akhirnya, Alea memesankan bucket bunga dan Nabilla memesankan kue. 

Sekitar jam 12.30, pesanan bucket bunga dan kue sudah datang, sekarang tinggal merencanakan bagaimana cara untuk membuat Pak Ghofur tertipu dan akhirnya kita memberikan surprise kepada beliau. 

Setelah perdebatan panjang, akhirnya aku, Afif, dan Aura bergegas menuju ruang TIK untuk menjemput Pak Ghofur, sedangkan teman-teman lainnya bersiap di kelas. Saat sampai TIK, aku menyampaikan maksud kedatanganku ke Pak Ghofur. Pak Ghofur awalnya tidak percaya, tetapi karena kemampuan aktingku lumayan bagus, akhirnya Pak Ghofur percaya dan bergegas meninggalkan TIK menuju kelas. Aku langsung mengechat Alea untuk mengabarkan bahwa Pak Ghofur sudah menuju kelas. 

Saat sampai di kelas, keadaan kelas gaduh. Kami membuat rencana bahwa uang kas hilang dan bendahara kelas kami disalahkan habis-habisan oleh teman-teman sekelas. Pak Ghofur terkejut melihat situasi kelas yang tidak terkendali. Akhirmya, Pak Ghofur menenangkan kami dan mencoba mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi. 

Suara bendahara kami saat menjelaskan situasinya bergetar, seolah-olah hal itu terjadi. Kami, mulai membuat panas situasi dengan beberapa pertanyaan dengan ketus. Kami bertanya apakah uang itu benar-benar hilang atau ia gunakan?

Saat suasana sedang panas-panasnya, Alea dan beberapa kawan lainnya mulai berteriak, "SELAMAT HARI GURU!!" yang diikuti oleh teman-teman yang lain serta tepuk tangan. Kami mengeluarkan bucket bunga dan kue tadi dan menyerahkannya kepada Pak Ghofur. Pak Ghofur di sana masih syok. Tidak menduga bahwa kami akan membuat prak semacam ini. Beliau sampai tidak bisa berkata apa-apa selain melihat kami dengan tatapan sendu sekaligus tidak menyangka. 

Setelah perbincangan ringan dan meluruskan segala prank yang kami buat, akhirnya kami mulai memakan kue, atas permintaan Pak Ghofur tentunya. Pak Ghofur mulai menyuapi kami dengan kue satu persatu. Sungguh momen yang mengharukan. 

Menurutku, hari guru kali ini adalah momen yang sangat berbeda dengan hari guru pada hari-hari sebelumnya. Karena, aku mendapatkan wali kelas yang benar-benar baik serta terus memikirkan nasib anak-anaknya. Beliau lebih memperhatikan kami sebagai seorang anak daripada seorang murid. Menjadi anak murid beliau adalah sebuah berkah yang sangat aku syukuri. Semoga momen seperti ini bisa terus menjadi kenangan, baik bagiku, teman-teman, maupun Pak Ghofur.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer