Pengamatan Tanaman Air
Pada hari yang cerah (panas), adalah hari di mana kelasku melaksanakan praktek biologi mengenai pengamatan laju reaksi pada tanaman hydrilla. Kelas kami dipecah menjadi 9 kelompok di mana satu kelompok terdiri dari 4 orang anak. Kebetulan, kelompokku kebagian es batu untuk dijadikan perbandingan dengan laju reaksi normal.
Prakteknya cukup menyenangkan. Kami mengamati laju reaksi kedua tanaman hydrilla dengan satu tanaman yang diberi es batu dan yang satu tidak. Hal ini berpengaruh terhadap suhu di dalam air. Apa yang akan terjadi apabila suhu rendah dan suhu normal. Bagaimana laju reaksinya? Apakah sama saja? Atau ada yang berbeda?
Selama 20 menit kami berempat berada di bawah terik matahari untuk mengamati kedua tanaman itu. Selama itu pula, kami menyadari bahwa laju reaksi kedua tanaman itu berbeda. Pada hydrilla dengan keadaan normal, ia berfotosintesis (menghasilkan oskigen, gelembung) dengan normal. Tidak ada keanehan. Sedangka, pada hydrilla yang dicampur dengan es batu, yang mana menyebabkan suhu air menjadi rendah, tidak ditemukan satupun gelembung pada 20 menit percobaan. Kami jadi tahu ternyata suhu dapat berpengaruh pada laju reaksi suatu tumbuhan. Di mana saat suhu normal, maka laju reaksinya normal, sedangkan saat suhu turun/rendah, laju reaksi jadi terhambat. Lalu, bagaimana jika suhu tinggi? Jika itu terjadi, maka tanaman akan hancur atau mati.
Praktek yang kami lakukan membuat ilmu kami bertambah. Setelah praktek, kami melakukan presentasi. Beberapa kelompok lain melakukan percobaan dengan pengaruh yang berbeda dari kami. Ada yang mengamati dengan pengaruh cahaya dan enzim. Karena presentasi dari seluruh kelompok, kami jadi tahu mengenai pengaruh lain terhadap laju reaksi pada tanaman. Sungguh, praktek kali ini telah membuka mata kami ke dunia yang lebih luas.



Komentar
Posting Komentar