Misi Penyelamatan


Hari ini adalah hari praktek renang yang diadakan sekolahku. Tempatnya di kolam renang UNESA. Aku, Annisa, Abidah, Azza, dan Aura berenang bersama. Saat sedang asik bermain-main dengan air dan berlatih berenang, salah satu di antara kami menyadari keberadaan yuyu yang ada di dasar kolam. Tentunya kami, terutama aku, panik. Aku bukanlah seseorang yang berani memegang hewan itu. Aku langsung teringat kenangan masa kecil di mana beberapa temanku pergi mencari yuyu di got perumahan. Entah apa motivasi mereka. Mereka bahkan memegangnya. Aku bukan termasuk orang yang mencari yuyu kala itu, karenanya aku takut memegang yuyu yang ditemukan di dasar kolam renang.

Dengan keberanian yang sedikit, kami berlima berusaha menyelamatkan yuyu itu. Tapi, tak seorang di antara kami yang berani mengambilnya. Kami takut dicapit. Lalu, dengan ide cemerlang akhirnya kami menggunakan kacamata renang untuk mengambilnya. Yang pertama, Annisa mencoba mengambilnya dengan bantuan dari Abidah untuk mendorongnya ke dasar kolam. Sudah beberapa percobaan dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. Percobaan kedua dilakukan oleh Abidah dengan bantuan dorongan dari kami. Tapi, masih belum membuahkan hasil. Yuyu itu juga jadi ke sana kemari karena kami panik akan terkena capitannya.

Sebenarnya, aku sedikit takut. Tapi, entah bagaimana aku ingin mencoba untuk mengambilnya. Awalnya, aku hanya menggerak-gerakan kacamata renang ke dekat yuyu itu, berharap ia akan menyapitnya lalu aku akan menariknya keluar. Tapi, yuyu itu tak kunjung menyapitnya. Aku keluar dari air dan disambut oleh teriakan panik dari teman-teman. Mereka mengira bahwa yuyu itu ikut terlempat ke atas bersamaan denganku yang keluar menuju permukaan. Aku kebingungan dan menjelaskan bahwa yuyu itu masih ada di bawah sana. Mereka hanya ber-oh-ria saja. Dasar.

Aku akhirnya bertanya mengenai 'bagaimana cara mengambil yuyu itu?' kepada teman-teman. Mereka menjelaskan untuk menekuk kacamata renang dan digunakan sebagai capitan. Ide yang bagus. Dengan keberanian yang sedikit, aku mencobanya lagi. Sebenarnya, aku masih takut dicapit oleh makhluk kecil itu. Tapi, mau bagaimana lagi? Seseorang harus melakukannya.

Aku berusaha mengambil yuyu itu dengan keberanian yang ada. Dan, HAP! Aku berhasil menangkapnya. Segera aku menuju permukaan dan menujukkan kepada teman-teman. Kami senang. Perjuangan kami terbayarkan. Aku mencoba untuk membuka capita. Tidak ada reaksi dari yuyu. Aku heran. Teman-teman yang lain juga heran. Kami curiga kalau yuyu ini telah mati. Aku menaruhnya di tanah. Tidak ada reaksi. Yuyu ini mati. Hah.. Lalu untuk apa kami takut dicapit tadi? Ya sudahlah. Kami juga tidak tahu bahwa hewan kecil ini sudah tiada.

Aku membawa yuyu itu ke tanah. Semoga yuyu itu tenang. Maaf, kami terlambat menyelamatkanmu. Tapi, setidaknya kamu tidak lagi tenggelam di kolam yang besar itu. Kami, aku, senang bertemu denganmu walaupun takut, karena itu, tenang di atas sana ya, yuyu.

 

Komentar

Postingan Populer